Cerita tentang toleransi

Assalamualaikum semuanya.

Warung Bubur pak Udin:

Disebuah gang sempit yang bernama gang arwana, ada warung bubur pak Udin, seorang muslim yang ramah.Setiap pagi, warung itu selalu ramai dikunjungi orang-orang dari latar berbagai latar belakang.

Ada pak anton,seorang Kristen,yang selalu Mita bubur dengan tambahan telur balado.Ada juga bu Siti, seorang Buddha,yang suka buburnya lebih encer.dan tidak jarang, ada mas-mas dari komunitas Hindu yang berhenti sejenak beribadah di kuil terdekat.

Satu hari ada, seorang pria asing yang tampak bingung berdiri di depan warung.dia tidak tahu apa yang harus di pesan,dan terlihat ragu karena takut makanan tidak sesuai dengan keyakinannya.Pak Udin melihat itu, langsung mendekatinya dan tersenyum.

Silakan diduk,mas,ujar pak Udin. ingin pesan apa? Kalau ada tidak boleh di makan,bilang saja ya. Saya akan sesuaikan.

Pria asing terkejut dan senang. Dia menjelaskan bahwa dia tidak makan babi dan HAm. Pak Udin langsung menawarkan bubur ayam dengan bumbu yang aman, dan menambahkan sayuran segar tanpa biaya tambahan.

Setelah itu, pria asing sering datang ke warung. Dia bahkan mulai berteman dengan pak Anton, bu Siti, dan teman-teman lainnya. Mereka sering berbicara tentang kehidupan, budaya masing-masing, dan saling bagi cerita.

Merekapun jadi sahabat yang takan terpisah kan.

Cerita kami cukup sampai di sini, jika cerita yang tidak mengenakkan maka saya berminta maaf. Cerita kami.

Hari panas sawah membelah. Hutan rimba di Malaysia. Maafkan kalau ada salah namanya juga manusia. Terimakasih assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh 🙏

Comments

Popular posts from this blog

Cerita tentang lingkungan

Stop polusi plastik

Jembatan waktu yang lupa